"Ka. Kwarda : Pramuka benteng penjaga Pancasila"

BAUBAU---Kengurusan Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Baubau periode 2019-2024 yang diketuai Dr. H. AS. Tamrin, MH., Senin 23 September 2019 resmi dikukuhkan setelah digelar pelantikan kepengurusan oleh Ketua Gerakan Pramuka Kwarda Sultra, H. Irawan Laliasa, SE, M.Si di aula Palagimata kantor Wali Kota Baubau.

Selang kemudian, dilanjutkan pelantikan kepengurusan Kwartir Cabang yang dipimpin Dr. Roni Muhtar, M.Pd, dan LPK Kota Baubau untuk masa bakti 2019-2004 oleh Ka. Mabicab Dr. H. AS. Tamrin, dalam suasana yang hikmad serta disaksikan segenap anggota Forkopimda, OPD, dan instansi vertikal serta puluhan ketua Mabigus dan peserta didik se Kota Baubau yang memadati arena pelantikan.

Kamabicab Baubau Kakak AS. Tamrin saat memberi sambutan memberi apresiasi besar kepada kepengurusan Kwarda Sultra yang dipimpin Kakak H. Irawan Laliasa, SE, M.Si, karena telah bersedia hadir secara langsung melantik dan mengukuhkan kepengurusan kepramukaan di Kota Baubau, sebagai komitmen untuk memberikan pembinaan dan pendidikan bagi generasi muda melalui jalur kepramukaan.

Atas apresiasi itu, Kak AS Tamrin yang juga Wali Kota Baubau berjanji sepenuh hati memberikan perhatian besar bagi organisasi Kwarcab, baik terkait regulasi, pendanaan, dan komitmen kelembagaan untuk kepentingan melahirkan generasi muda yang berkualitas, berkarakter, bermoral, serta memiliki dedikasi yang tinggi bagi kemajuan daerah, bangsa dan negara.

“Tugas pembinaan generasi muda melalui pendidikan kepramukaan adalah tugas mulia kita bersama. Sebagai kepala daerah kami tetap berkomitmen memberikan perhatian berkait regulasi, pendanaan dan komitmen kelembagaan. Sebab ini berkait kepentingan besar bangsa ini guna melahirkan generasi muda  yang berkualitas, berkarakter, bermoral, serta memiliki dedikasi yang tinggi bagi kemajuan daerah, bangsa dan negara,” kata Kak AS. Tamrin.

Didampingi Wakil Wali Kota Baubau – La Ode Ahmad Monianse, kakak AS Tamrin mengingatkan pula pentingnya penanaman nilai-nilai moral berdasarkan kultur masayarakat setempat.

“Khusus di Kota Baubau, Pramuka diharapkan bisa menyerap nilai-nilai falsafah Buton yang disebut ‘Sarapataaguna’ dan kami implmentasikan melalui nilai-nilai yang kami sebut Po-Lima. Pomaamasiaka (saling menyayangi), Popia-piara (saling memelihara), pomae-maeka (saling menghargai), poangka-angkataka (saling mengangkat harkat dan martabat) dan pobinci-pinciki kuli (saling menjaga dan tidak saling menyakiti),” pesan Wali Kota Baubau dua periode ini.

Sementara itu Ketua Kwarda Sultra, Kakak H. Irawan Laliasa dalam sambutannya menngingatkan hasil rekomendasi simposium nasional Universitas Gajah Mada dengan gerakan Pramuka yang digelar di Yogyakarta, 21 September 2019, kemarin tentang posisi Pramuka sebagai ‘Benteng Penjaga Pancasila’.

“Hasil simposisum ini sekiranya disosialisasikan dan diteruskan hingga ke sekolah-sekolah, ke gugus depan-gugus depan, dan segenap stakholder. Dan karena posisi sebagai benteng penjaga Pancasila, maka tugas kepramukaan akan lebih berdinamika, terarah untuk menjaga ideologi negara, dan disesuaikan berdasarkan tahapan-tahapannya,” kata Kak Irawan.

Hal lain, terkait pembinaan kepramukaan di Kota Baubau, Kak Irawan pun memberi apresiasi bila Baubau adalah wilayah dengan kultur budaya yang tinggi, sehingga dapat diseleraskan dengan pesan Kamabicab atau wali kota tentang pengejawantahan nilai-nilai Po-lima yang dimaksud.

“Baubau banyak memiliki pelatih dan pembina. Arah kebijakan kita tentu sesuai AD/ART gerakan Pramuka, disesuaikan pula dengan visi-misi pembangunan di daerah termasuk pengejawantahan nilai-nilai kultur seperti Po-lima yang disebutkan kak Tamrin dalam sambutannya,” imbuh Kak Irawan.

Proses pelantikan dan pengukuhan kepengurusan berlangsung hingga pukul 12.00 wita, dan dilanjutkan dengan orientasi kepramukaan dan program kerja Kwarcab pada pukul 16.00 wita.

Beberapa Andalan Daerah turut hadir di acara ini diantaranya; Sekretaris Kwarda-Kak Ir. Ruslan A.Latief; Waka Orgakum Kwarda- Arwaddin ZAT; Korwil kepulauan Kak La Ode Abdul Kadir; beberapa anggota komisi Kak Hamzah, Kak Aryo Wira Setiyawan; Kak Wd. Muzdalifah; Kak Aguslan dan Ketua DKD Sultra – Kak Muh. Agung. (**)