Suasana Pembukaan Kemah Milenial Tingkat Nasional di Bogor

BOGOR---Sebanyak 10 orang Pramuka Penggalang Garuda asal Kwartir daerah Sulawesi Tenggara, terdiri dari 5 penggalang putera dan 5 penggalang  puteri sepekan terakhir ini, 18-22 November 2019, terlibat aktif di kompetisi   Kemah Milenial  Pramuka penggalang Garuda Siswa SMP tingkat Nasional, yang berlangsung di Sentul-Bogor, Jawa Barat.

Dijelaskan Andalan Nasional Gerakan Pramuka Komisi Bina Muda yang juga asal Sulawesi Tenggara, Kak Jainuddin Ladansa, keikutsertaan Kwarda Sultra di ajang ini sebagai bentuk pembinaan kemahiran minat khusus, peserta didik khususnya para Pramuka Penggalang Garuda.

“Karenanya peserta telah dianggap yang terbaik dengan skill khusus dengan kompetensi sebagai seorang Pramuka Penggalang Garuda,” papar Kak Jainuddin Ladansa yang  juga pemateri di sesi konten pemanfaatan media sosial.

Kegiatan ini adalah program kementrian pendidikan dan kebudayaan direktorat jendral pendidikan menengah pertama dan bekerja sama dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Sebagai Pembina Pendamping Sultra adalah Andalan Daerah Kak H.  Asni Isnawati,S.Pd.,M.Pd – yanag bertugas melakukan fasilitasi kepada peserta didiknya untuk bersaing dengan 33 provinsi lainnya di Indonesia. 

Salah satu kegiatan lomba bertema aplikasi Robotik Smart Home

Beberapa lomba dan aktifitas pembelajaran yang diikuti oleh peserta di ajang ini adalah; pemanfaatan konten media sosial; aplikasi robotik bertema ‘smart home’; kemampuan mendesain dan membangun  perkemahan yang representatif, dan diskusi kebangsaan.

Total peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 450 orang Pramuka Penggalang.

Dari Kota Kendari, Ketua Kwarda Sultra, Kak H. Irawan Laliasa, SE., M.Si menyupport kepada peserta Sultra untuk berkompetisi dengan kualitas tinggi, serta mampu menyalurkan pengetahuannya kepada rekan-rekan sepulangnya di Sulawesi Tenggara.

“Ini kompetisi yang sangat bagus, karnanya kita kirim Pramuka Penggalang Garuda, harapan kita semua, mereka mampu mendarmakan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari, serta menyebarluaskan pengetahuan kepada rekan-rekannya,” kata Kak Irawan. (**)