LASUSUA---Andalan Nasional Urusan Bina Muda asal Sulawesi Tenggara, Kak Jainuddin Ladansa dihadapan peserta orientasi kesakaan yang terdiri dari sejumlah pimpinan, pamong, instruktur Satuan Karya Bakti Husada, dan 16 Kepala Puskesmas di Kabupaten Kolaka Utara, 9 Desember 2019  memaparkan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) satuan Karya Gerakan Pramuka, dengan maksud agar proses pembinaan dan pemberian keterampilan bagi peserta didik berjalan pada relnya masing-masing.

“Yang bertanggung-jawab atas pembinaan anggota Saka adalah kwartir melalui pamongnya;  Pimpinan Saka melalui program dan instrukturnya, sementara Mabi Saka melalui peletakan kebijakan. Ketiganya harus berjalan beriringan, seimbang, harmonis dan terpadu, agar esensi pembinaan Gerakan Pramuka di Satuan Karya (Saka) benar-benar bisa tercapai,” ujar Kak Jainuddin.

Mantan Sekretaris Kwarda Sulawesi Tenggara ini pun menegaskan bila pelembagaan kegiatan kepramukaan melalui Saka yang dibentuk dari tingkat Kementerian hingga ke Kabupaten/kota, tidak sekadar sebagai badan pendukung kwartir belaka, dan atau karena tuntutan organisasi, tetapi memastikan beberapa hal pokok, yakni; di setiap pangkalan latihan berjalan dengan baik, tersistem setiap pekannya. 

Kak Jainuddin Ladansa dihadapan peserta Orientasi Saka Bakti Husada di Kolaka Utara, 9 Desember 2019

“Pokok berikutnya, pencapaian SKK berjalan dengan baik atas pengawasan Pamong; kemudian memastikan pula bila anak didik terampil pada salah satu Krida atau lebih lebih sesuai yang diminatinya atas bimbingan Instruktur; Program kesakaan berjalan dengan baik, terencana, terukur, dan  berdampak atas peran dan tanggungjawab pimpinan,”paparnya.

Sementara dua hal pokok penting lagi kata Kak Jainuddin, bahwa Saka terayomi secara moril,    tebiayai, memiliki sanggar, disetiap jenjangnya, memiliki sarana dan prasaran latihan atas    kebijakan Majelis Pembimbing Saka. Selain itu tersedianya Pamong yang memiliki kompetensi baik dan kualifikasi yang sesuai pedoman anggota dewasa atas peran serta kwartir dalam memprogramkan peningkatan mutu pembina atau pamong yg memiliki kualifikasi  sesuai dengan yang di butuhkan.

“Bila kelima hal pokok ini dikolaborasi ini berjalan dgn baik maka tidak ada sulitnya mempersiapkan generasi bangsa yang memiliki karakter, memiliki nilai nilai kebangsaan dan memiliki keterampilan hidup, Kuncinya sederhana, semua unsur yang saya sebutkan harus didasari kemauan, tulus dan iklas, bertanggungjawab, berintegritas, terbuka, komunikatif, dan konsisten Insya Allah tercapai tujuan kita tercapai.” Harap Kak Jainuddin.(**)